31 Agustus 2026
PERJUSA 2026: SERUNYA BERSAMA, BELAJAR MANDIRI!
Sidoarjo, 28–29 Agustus 2026 - Dua hari penuh keseruan, kekompakan, dan pengalaman baru mewarnai kegiatan Perkemahan Jumat Sabtu (Perjusa) SMP Sepuluh Nopember Sidoarjo pada 28–29 Agustus 2026. Mengusung tema “Bersama dalam Kebersamaan, Tumbuh dalam Kemandirian”, kegiatan ini menjadi momen bagi para siswa untuk belajar menjadi lebih mandiri sekaligus mempererat persahabatan bersama teman-teman. Bukan sekadar berkemah dan tidur di tenda, Perjusa kali ini dipenuhi berbagai kegiatan yang mengasah keterampilan, keberanian, kreativitas, hingga kerja sama. Yuk, intip keseruannya! 👀
Perjusa resmi dimulai dengan upacara pembukaan yang dipimpin oleh Kepala SMP Sepuluh Nopember Sidoarjo, Saiful Tulus Jatmika. Para peserta mengikuti upacara dengan tertib dan penuh semangat. Setelah upacara, suasana langsung berubah menjadi lebih meriah dengan penampilan dari Dewan Galang. Aksi mereka menjadi pembuka yang menarik sekaligus membangkitkan semangat para peserta sebelum memasuki rangkaian kegiatan Perjusa. Dari sinilah petualangan dua hari para peserta dimulai!
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Spuber Scout Skill Competition. Dalam kompetisi ini, peserta mengikuti dua jenis perlombaan, yaitu PBB (Peraturan Baris-Berbaris) dan KIM (Keterampilan Indra Manusia). Dalam lomba PBB, setiap regu harus menunjukkan kekompakan, ketepatan gerakan, kedisiplinan, dan konsentrasi. Salah sedikit saja bisa memengaruhi penampilan seluruh regu. Karena itu, kerja sama menjadi kunci utama.Sementara itu, lomba KIM mengajak peserta mengasah ketelitian dan kemampuan pancaindra. Suasana kompetisi pun semakin seru karena setiap regu berusaha memberikan hasil terbaik. Walaupun bersaing untuk menjadi yang terbaik, semangat kebersamaan tetap terasa. Saling menyemangati dan mendukung teman menjadi bagian penting dari perjalanan Perjusa.
Setelah melewati berbagai kegiatan pada siang hari, tibalah saat yang paling ditunggu-tunggu: malam hari! Para peserta berkumpul dalam kegiatan api unggun. Nyala api di tengah gelapnya malam membuat suasana terasa hangat dan penuh kebersamaan. Semua berkumpul, bercanda, dan menikmati momen bersama teman-teman. Keseruan belum berhenti sampai di situ. Malam semakin ramai dengan Pentas Seni (Pensi). Berbagai penampilan kreatif ditampilkan oleh para peserta. Ada yang bernyanyi, menampilkan aksi menarik, hingga membuat suasana penuh tawa. Malam itu menjadi salah satu momen yang sulit dilupakan. Bukan karena kemewahan acaranya, tetapi karena kebersamaan yang tercipta di antara semua peserta. Setelah rangkaian kegiatan malam selesai, peserta akhirnya beristirahat pada pukul 23.00 WIB. Saatnya tidur dan mengisi kembali energi untuk menghadapi kegiatan esok pagi.
Alarm pagi mungkin menjadi suara yang kurang bersahabat setelah tidur malam yang cukup singkat. Namun, pukul 05.00 WIB, seluruh peserta sudah harus bangun. Kegiatan pagi diawali dengan salat, kemudian dilanjutkan dengan senam pagi. Tubuh yang masih mengantuk kembali dibuat aktif dengan gerakan senam bersama. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk latihan kemandirian. Peserta belajar mengatur waktu, menjaga perlengkapan pribadi, serta bertanggung jawab terhadap diri sendiri selama mengikuti perkemahan.
Setelah kegiatan pagi, keseruan berlanjut dengan berbagai perlombaan. Yang pertama adalah lomba yel-yel. Setiap regu menunjukkan kreativitas mereka melalui suara, gerakan, dan kekompakan. Teriakan semangat terdengar di berbagai sudut area kegiatan. Masing-masing regu tentu punya cara sendiri untuk tampil paling kompak dan menarik. Selanjutnya, peserta mengikuti lomba pioneering. Dengan menggunakan tongkat dan tali, mereka ditantang membuat sebuah konstruksi sesuai dengan ketentuan yang diberikan. Di sinilah kemampuan bekerja sama benar-benar diuji. Satu orang tidak akan cukup untuk menyelesaikan semuanya. Terakhir, ada lomba SMS (Sandi, Morse, Semaphore). Peserta diajak mengenal sekaligus mempraktikkan berbagai bentuk komunikasi dalam kepramukaan. Ketelitian, kecepatan, dan kemampuan memahami pesan menjadi hal penting dalam lomba ini. Berbagai kegiatan tersebut bukan hanya tentang memenangkan perlombaan. Ada banyak pelajaran yang bisa dibawa pulang: berkomunikasi, bekerja sama, bertanggung jawab, dan berani mencoba.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, Perjusa ditutup dengan upacara penutupan pada pukul 11.00 WIB. Dua hari yang awalnya mungkin terasa panjang ternyata berlalu begitu cepat. Para peserta pulang membawa pengalaman baru, cerita seru, dan tentunya kenangan bersama teman-teman. Perjusa 2026 akhirnya membuktikan bahwa kegiatan pramuka bukan hanya tentang tali-temali, baris-berbaris, atau berkemah. Lebih dari itu, pramuka mengajarkan bagaimana kita bisa berjalan bersama tanpa kehilangan kemandirian. Karena pada akhirnya, bersama bukan berarti selalu bergantung. Bersama adalah belajar untuk saling menguatkan, sementara kemandirian adalah keberanian untuk bertanggung jawab atas diri sendiri.
Sampai jumpa di petualangan Pramuka berikutnya! 🏕️🌿
